PKS di Lakban Mulutnya

LakbanLakban, judul tulisan ini sangat singkat yakni lakban. Tulisan ini bukan berarti produk lakban tapi merupakan ekspresi saya terhadap kondisi politik di Indonesia dan mungkin ada kaitannya dengan lakban tapi mungkin juga tidak ada kaitannya sama sekali dengan lakban itu sendiri😀 so mari kita diskusi tentang lakban yang saya makdud dalam tulisan berjudul lakban ini.

Lakban

Lakban lazimnya digunakan untuk merekatkan sesuatu benda tapi pada tulisan ini lakban digunakan untuk membungkam mulut para pendekar politik yang “mungkin” dengan “ikhlas” membela kepentingan rakyat kecil.

Masih segar dalam ingatan kita saat sidang paripurna DPR yang membahas kenaikan BBM? ada berapa partai yang menolak? berikut partai-partai yang menolak kenaikan BBM:GOLKAR, PKS, PPP, GERINDRA dan beberapa partai lainnya.

Dari hasil sidang paripurna tersebut terbitlah sebuah pasal BANCI! yang pada intinya memuluskan pemerintah untuk menaikan harga BBM dalam kurun waktu 6 bulan kemuka. Tapi ada salah satu partai yang bernama PKS yang menolak tanpa catatan kenaikan BBM tersebut dan mudah-mudahan PKS benar-benar ikhlas menolak!.

PKS DI LAKBAN MULUTNYA

Saat ini partai-partai yang tadinya menolak BBM semacam Golkar dll mendekati pemerintah seiring rencana SetGab Koaliasi pemerintah ingin mendepak PKS dari koalisi. Dengan terdepaknya PKS dari koalisi maka 3 kursi mentri akan kosong dan mungkin akan diambil partai-partai pendukung keputusan BANCI tersebut. PKS dilakban mulutnya? so apa benar PKS di lakban mulutnya? mungkin PKS akan tetap teriak menolak kenaikan BBM walau mulutnya di tutup dengan LAKBAN yang biasa digunakan untuk merekatkan benda tapi apa jadinya jika Mulut PKS di Lakban dengan tambahan 1 atau 2 kuota mentri? apakah PKS akan tetap berteriak menolak atau justru sebaliknya berteriak “AYO DUKUNG KENAIKAN BBM” lumayan dapat jatah tambahan satu kursi di pemerintahan”. Mudah-mudahan PKS tetap berteriak menolak BBM sekarang, besok dan kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s